Sponsored

asian agri menciptakan pekebun sawit tangguh

2016-09-06, 08:32:34 WIB  
dani | Duglik
Join: 2018-03-22, Post :

Langit terang dan sinar matahari menyengat menggambarkan suasana di Kabupaten Pelalawan, provinsi Riau hari ini. Kabupaten yang dikenal dengan Negeri Seiya Sekata ini hanya berjarak kurang lebih 150 kilometer dari ibu kota provinsi Riau.

Namun ada yang tidak biasa di tengah terik siang Riau hari ini. Di Mekar Jaya, sebuah desa di Kabupaten Pelalawan, Riau, terlihat sekelompok anak muda berseragam putih coklat sangat antusias berjalan bersama-sama ke areal perkebunan kelapa sawit.  Sambil berjalan, anak-anak muda ini bertanya secara aktif kepada sang mentor dan berusaha menjawab berbagai pertanyaan yang ditujukan kepada mereka.

Terdiri dari 100 orang anak muda berbakat, mereka adalah angkatan baru yang hendak mengikuti pelatihan di APRIL Asian Agri Learning Institute (AAALI), sebuah pusat pelatihan terbaik yang dimiliki negeri ini untuk sektor perkebunan, khususnya industri kelapa sawit. Anak-anak muda berpotensi tersebut terpilih dari berbagai universitas di Indonesia karena kemampuan dan kecerdasan yang dimilikinya.

Belum banyak lembaga pelatihan kelapa sawit (non-universitas), yang mengakomodir kemampuan anak-anak muda berbakat di bidang perkebunan, kelapa sawit khususnya, di negeri ini. Meski rata-rata usia tanam kelapa sawit sudah mencapai 30 tahun, namun tingkat pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki oleh petani dan pekebun sawit Indonesia tidaklah sedewasa usia pohon yang ada, bila dibandingkan dengan usia produktif manusia. 

Menyadari hal tersebut, AAALI berusaha untuk memfasilitasi putra-putri bangsa untuk mendapatkan bimbingan dan ilmu lebih terkait dengan industri kelapa sawit, sehingga mereka lebih mengenal tumbuhan primadona Indonesia ini.

Tentunya, mereka yang pernah menimba pengetahuan di pusat pelatihan ini menyadari betul bahwa lembaga pelatihan di AAALI merupakan tempat terbaik untuk berkembang sekaligus belajar bagi para pekebun muda yang ingin berkarier di industri yang menopang perekonomian negara berpenduduk 250 juta orang ini.

Setiap tahun, AAALI selalu mengadakan penerimaan peserta baru yang terbagi dalam tiga angkatan. Masing-masing angkatan terdiri dari sekitar 100 orang.

Para kadet, demikian sebutan bagi para peserta pelatihan AAALI, akan diberikan berbagai pelatihan selama 6 bulan. Tidak hanya diberikan pelatihan, para peserta juga akan diberi gaji setiap bulannya, yang disesuaikan dengan upah minimum rata-rata di masing-masing provinsi. Gaji tersebut nantinya akan berkembang hingga tiga kali lipat apabila para peserta diterima menjadi pegawai tetap di Asian Agri.