Sponsored

Bocah 8 Tahun dan Sang Kakak Diduga Sudah Sering Disiksa Orangtua Angkatnya

2016-09-17, 20:15:38 WIB  
dani | Duglik
Join: 2018-03-22, Post :

Bocah Me atau MD (8) dirawat secara intensif setelah ditemukan tak berdaya di rumahnya di Jalan Sidomulyo Dusun 4, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Tubuhnya penuh luka-luka melepuh seperti habis tersiram air panas atau terbakar.

Kakaknya, Hati Lase (28) juga menderita luka-luka namun tetap memaksakan diri untuk bekerja. Keduanya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapat perawatan intensif.

Kanit Reskrim Polsek Labuhan Ipda Ismail Pane mengatakan, penyiksaan diduga dilakukan oleh orangtua angkatnya, Suparto (39) dan Yasmin Laia (38). Diduga, keduanya sudah sering menerima siksaan.

"Penganiayaan diduga dilakukan Suparto dan istrinya. Melihat kondisi korban, mereka sepertinya kerap mendapat siksaan. Warga juga mengatakan sering mendengar jeritan dan tangisan anak kecil dari dalam rumah pelaku. Kasus ini masih diselidiki, tidak tertutup kemungkinan pelaku akan bertambah," kata Ismail, Sabtu (17/9/2016).

Terbongkarnya kasus ini bermula ketika warga mendengar jeritan dari dalam rumah pelaku. Awalnya terindikasi pelakunya hanya dua orang, ternyata setelah dilakukan pemeriksaan pelaku penganiayaan berjumlah lima orang, Suparto dan istri serta ketiga anak kandungnya.

Jumat malam, (16/9/2016) massa mendatangi rumah keluarga Suparto. Ismail dan Anggota Opsnal langsung turun ke lokasi setelah mendapat informasi ini.

Kepala desa setempat mengatakan, ada warga yang melihat dan mendengar penganiayaan yang diterima kedua korban. Mendengar penjelasan itu, Ismail masuk ke dalam rumah Suparto. Mereka terkejut saat mendapati Me berada di dalam kamar seperti terjepit tempat tidur dan tanpa busana.

Kepala RS Bhayangkara Kombes Farid Amansyah mengatakan, kondisi Me terlihat mengalami trauma berat. Setelah mendapatkan perawatan medis, dia ditempatkan di ruang ICU dan hanya bisa tidur dalam posisi tengkurap.

"Korban Me sama sekali tidak bisa bergerak karena luka bakar serius di punggung. Kondisi lukanya 30 persen, mulai dari punggung belakang, leher sampai ke bokong. Saat ini kami melarang siapa pun untuk bertemu korban, ini untuk memudahkan proses perawatan," kata Farid.