Sponsored

21 Orang Tewas dan 15 Masih Hilang Dalam Banjir Bandang Garut

2016-09-22, 08:25:25 WIB  
Ribut | Duglik
Join: , Post :
Korban tewas dalam banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah. Badan SAR Nasional (Basarnas) menyebutkan, data terakhir sudah 21 orang diketahui meninggal dunia dan 15 orang masih hilang.

"Sampai pukul 18.00 WIB hasil 21 orang meninggal dan 15 orang hilang,” kata Juru Bicara Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor dalam keterangan tertulis diterima Okezone, Rabu (21/9/2016).

Korban meninggal 21 orang sudah dievakuasi, namun dua orang di antaranya belum teridentifikasi identitasnya. Para korban itu ditemukan di tiga lokasi berbeda yaitu di Lapang Paris, Kampung Bojong Larang dan Kampungp Cimacan, Kecamatan Cibatu dan Kersamanah.

Nama-nama korban meninggal dunia adalah Nawawi (65), Iis (35), Irsyad (8), Ahmad (3,5 tahun), Resal (4 bulan), Deni (23), Siti (38), Santi (38), Revina (7), Nunung (75). Sari (25), Jana (35), Aceng Taryana (50), Welis (25), Nuryati (58), Nyonya X, anak perempuan berusia 6 tahun, anak perempuan 4 tahun, Fika (14) serta dua lagi belum diketahui identitas. 

Sementara nama-nama korban hilang di Pusat Posko Makodim 0611 Garut sebagai berikut:

Dede sumayati (52), Lena agustina (18), Ano (60) Oom (50), Feri (40), Eneng (12), Kokom (35) anak dari Bu Mimin berusia 3 tahun, Supri (40), anak Supri 3 tahun, Ahmad (4), Etoy (12), Neni suryani (30), Ani (35), dan Kokom (35).


Korban hilang diketahui berasal dari Kampung Cimacan, Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul.

Penanganan pengungsi korban banjir bandang kini dipusatkan di Aula Makorem 062 Taruma Negara. Jumlah 703 orang. Seluruh pengungsi berasal dari Kampung Lapang Paris, Kampung Kaum Lebak, Sindang Wargi.