Sponsored

Menurunnya Kepercayaan Masyarakat terhadap Puskesmas karena Tak Terakreditasi

2017-04-16, 20:44:16 WIB  
Ribut | Duglik
Join: , Post :
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, Ahmadan Harahap mengatakan, menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sarana kesehatan Puskesmas, salahsatu penyebabnya kemungkinan akibat dari minimnya Puskesmas yabg terakreditasi di Sumut.

Yakni hanya 20 Puskesmas dari 500-an Puskesmas yang terakreditasi. Karena itu, pemerintah diminta mendorong proses akreditasi puskesmas agar tidak menimbulkan masalah di bidang kesehatan.

“Kita kecewa dengan hal ini, apakah ini karena lambatnya puskesmas dalam menyiapkan persyaratan akreditasi atau pusat yang lambat melakukan proses akreditasi itu. Kita sesalkan ini bisa terjadi. Masyarakat pun jadi malas berobat ke puskesmas, pemerintah harus dorong bantu agar puskesmas terakreditasi,” ujarnya menjawab wartawan di Medan, Minggu.
Dia mengatakan minimnya jumlah puskesmas yang terakreditasi tersebut akan memperburuk citra puskesmas di masyarakat. Hal itu akan berdampak pada enggannya masyarakat untuk berobat ke puskesmas hingga pasien akan langsung menumpuk di RS tipe C atau tipe B.
“Sekarang pun sudah banyak orang yang mau langsung berobat ke RS saja dari pada ke puskesmas. Setiap ke puskesmas diberikan obat yang sama. Akhirnya banyak pasien BPJS yang minta langsung ke RS, hal itu membuat pasien menumpuk,” tambahnya.
Tidak hanya puskesmas, jumlah RS negeri maupun swasta di Sumut juga masih minim yang terakreditasi. Menurut data yang diterima Ahmadan dari Dinas Kesehatan Sumut, baru 90 RS se-Sumut yang terakreditasi dari 215 RS yang ada. Jumlah tersebut harus terus didorong mengingat tahun 2019 semua RS dan Puskesmas harus terakreditasi agar bisa terus bermitra dengan BPJS untuk kepentingan kesehatan masyarakat.
“Bayangkan, jika hanya 20 Puskesmas yang terakreditasi se-Sumut, padahal jumlah kabupaten/kota saja 33. Itu berarti jumlah puskesmas yang terakreditasi tidak ada satu unit per satu kabupaten/kota. Jumlah itu sangat disesalkan,” ungkapnya.