Sponsored

Pemerintah Wajib Penempatan Dokter Spesialis di Puskesmas

2017-04-16, 16:39:07 WIB  
Ribut | Duglik
Join: , Post :
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara HM Nezar Djoeli menegaskan, Puskesmas sebagai ujung tombak pengobatan masyarakat harus berbenah diri dengan menyiapkan tenaga medis yang spesialis di masing masing Puskesmas agar tidak terjadi penumpukan di rumah sakit sehingga pelayanan rumah sakit tidak maksimal.

“Pemko maupun Pemprovsu ataupun pemkab harus mensuport Puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah sumatera dengan menganggarkan beasiswa bagi dokter-dokter muda yang di tempatkan dengan kontrak kerja selama yang disepakati oleh pemerintah setempat serta menganggarkan pembangunan Puskesmas bertaraf seperti rumah sakit yang memiliki standart internasional dengan fasilitas lab dan alat alat kesehatan yang canggih,” sarannya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah pusat juga harus mempermudah regulasi pengakreditasian terhadap Puskesmas yang ada. Sebagai contoh dari 571 rumah sakit yang ada di Sumut, masih sekitar kurang dari 16 yang baru di akreditasi di tahun 2016.

“Di tahun 2017 ini, dari 43 usulan yang dilakukan Pemprop Sumut ke Kementerian kesehatan sampai saat ini baru 16 yang akan dinilai kementerian. Ini juga mencerminkan betapa lemahnya kinerja kementerian dalam melayani masyarakat melalui Yankes,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga meminta Pempropsu mengusulkan nama nama orang yang akan mendampingi tim akreditasi kementerian, tapi ironisnya nama yang diusulkan Pemprovsu berbeda dengan SK yang diterbitkan. Artinya tidak ada koordinasi yang baik antara Pemerintah Propinsi dengan Pemerintah pusat.

“Harapan saya dari fraksi partai Nasdem agar kementerian maupun pemerintah propinsi menjaga marwah presiden kita melalui program-program kesehatan yang telah di keluarkan oleh Kartu Indonesia Sehat melalui suporting BPJS dan masyarakat dapat terlayani dgn baik pada akhirnya,” tambah Nezar Djoeli.