Sponsored

10 Manfaat Berhubungan Seks Pada Saat Hamil

2017-04-26, 07:30:30 WIB  
Ribut | Duglik
Join: , Post :
Pasangan suami istri sudah pasti tidak biasa dengan berhubungan intim. Namun, bagaimana ketika istri hamil, apahakah masih aman ?? Hubungan intim yang dilakukan secara rutin dan benar, meski Ibu sedang hamil sekalipun,memiliki manfaat positif bagi suami istri. 

Berikut manfaat hubungan intim selama hamil :

1. Menghilangkan stres.

Sama halnya ketika memakan cokelat dan pergi berlibur, hubungan seks dapat menurunkan tekanan darah dan memicu pelepasan substansi endorfin di otak yang berfungsi untuk mengendalikan stres dan gangguan emosional.

2. Mengurangi nyeri.

Hormon yang dilepaskan saat mencapai orgasme dapat mengurangi rasa sakit yang diderita. Sakit punggung,  tegang di leher, dan sakit kepala yang biasanya diderita Ibu hamil akibat hormon, akan hilang setelah orgasme dicapai.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh.

Hubungan seks juga memicu keluarnya hormon DHEA (dehydroepiandrosterone) yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Beberapa penelitian mengungkap, seseorang yang berhubungan seks secara teratur (2—3 kali seminggu) lebih tinggi kadar Ig A–nya (antibodi dalam tubuh) dibanding dengan yang tidak rutin berhubungan seks (tidak pernah, satu kali seminggu, atau lebih dari tiga kali seminggu).

4. Membakar kalori.

Seks itu sama dengan olahraga. Bahkan, melakukan hubungan seks selama 30 menit mampu membakar 85 kalori. Ini setara dengan berjalan kaki lebih kurang 2 mil.

5. Meningkatkan kesehatan jantung.

Seks melatih kekuatan dan keseimbangan otot-otot jantung. Penelitian menyatakan, berhubungan seksual secara rutin dalam seminggu dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. Kekuatan jantung juga diperlukan Ibu sebagai persiapan menghadapi persalinan normal.

6. Meningkatkan rasa percaya diri.

Ibu yang sedang hamil biasanya tidak percaya diri dengan tubuhnya yang berubah bentuk. Namun, seorang ahli terapi seks menyatakan, dengan melakukan hubungan seks dapat meningkatkan rasa percaya diri, karena akan merasa dan menerima lebih baik terhadap keadaan tubuhnya.

7. Mempererat hubungan.
Hubungan seks memperkuat ikatan dan keintiman pada suami istri. Saat melakukan hubungan seks, kita dan pasangan akan saling menerima sentuhan kasih sayang yang intim, sehingga mampu meningkatkan keluarnya hormon oksitosin yang berfungsi mengembangkan hasrat seksual. Pelepasan oksitosin secara teratur dapat membantu memperbesar frekuensi bercinta.


8. Meningkatkan kualitas tidur.

Meningkatnya hormon oksitosin dalam tubuh dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur. Di lain pihak, kualitas tidur yang cukup dapat memberikan energi positif bagi kegiatan kita esok hari.

9. Mengurangi risiko kanker prostat.

Ejakulasi secara teratur pada pria berusia 20-an tahun dapat mengurangi risiko terjadinya kanker prostat di usia tua nanti. Ejakulasi secara teratur mampu membersihkan cairan dalam yang diproduksi oleh kelenjar prostat, inilah yang mengurangi risiko terkena kanker prostat.

10. Memperkuat otot panggul.

Bagi kaum hawa, melakukan hubungan seks secara teratur bisa membantu memperkuat otot panggul. Latihan memperkuat otot panggul ini dikenal dengan senam kegel. Senam ini juga membantu meningkatkan gairah kehidupan seks dengan pasangan serta mampu menurunkan risiko terjadinya prolaps uteri (turun berok) di masa tua nanti.